Latest Posts
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selalu Bermimpi Melihat Kota Makkah, Sephy Akhirnya Mendapat Hidayah

Tidak ada komentar:
  Yes  Muslim  - Terlahir dalam keluarga dengan keyakinan yang sama, ternyata tidak menjadi sebuah jaminan bahwa kehidupan spiritual seseorang akan berjalan mulus dan tanpa hambatan berarti. Namun, tidak demikian yang dialami oleh Sephy Lavianto. Seorang professional Managing Partner The Serenity Project, sebuah perusahaan yang bergerak di bisnis properti ini.

Berbagai benturan terkait dengan agama yang ia anut datang silih berganti.

"Meski berasal dari keluarga Katolik dan sejak lahir menjadi Katolik; dalam perjalanannya, saya mendapatkan banyak benturan dalam agama yang saya anut," ujar Sephy.

Terlahir dalam keluarga dengan keyakinan yang sama Selalu Bermimpi Melihat Kota Makkah, Sephy Akhirnya Mendapat Hidayah
Old makkah


Benturan tersebut berupa keganjilan-keganjilan yang ia rasakan pada ajaran-ajaran yang terdapat dalam Katolik. Salah satu contohnya adalah keharusan untuk menghormati pastor sedemikian rupa sehingga ia bisa dianggap sebagai perwakilan Tuhan. Selain itu, sikap lembaga gereja, kata dia, juga tidak ramah terhadap penganutnya sendiri.

Puncak benturan terhadap keyakinan lamanya ini semakin menjadi-jadi tatkala lelaki kelahiran Medan, 5 September 1976, ini mengalami kegagalan dalam membina rumah tangga.

"Kejadian yang paling menyentak batin saya adalah setelah saya menikah secara Katolik. Dalam perjalanannya, ternyata saya gagal dalam pernikahan itu," ungkap ayah seorang putra ini.

Keinginannya untuk mengakhiri biduk rumah tangganya ternyata ditentang keras oleh pihak gereja. Dalam ajaran Katolik, pemeluknya tidak diperbolehkan untuk bercerai.

Karena itu, ketika biduk rumah tangganya sudah tidak bisa dipertahankan lagi, dia pun memilih pengadilan negeri sebagai tempat untuk mengajukan perceraiannya. Dan, ketika perceraian telah diproses dan dirinya sudah mendapatkan surat cerai, lagi-lagi dirinya harus berhadapan dengan pihak gereja.

Pihak gereja tidak mengakui surat keputusan cerai yang telah dikeluarkan pihak pengadilan negeri tersebut.

"Menurut ajaran Katolik, ikatan pernikahan tidak bisa diceraikan oleh yang namanya manusia dengan sebab apa pun. Karena itu, seorang romo dan pastor sendiri tidak mengakui keputusan pengadilan tersebut," paparnya.

Konsekuensi yang radikal ini akhirnya membawa Sephy dalam sebuah kondisi kehidupan pernikahan yang tidak jelas. Secara hukum agama Katolik yang dianutnya, ia masih terikat dalam sebuah pernikahan. Sementara itu, berdasarkan aturan negara, ikatan pernikahannya sudah resmi berakhir.

Menghadapi kenyataan memilukan seperti ini, akhirnya ia memutuskan untuk mencari jalan keluar dengan menjajaki ke agama Kristen Protestan.

Namun, setali tiga uang, di agama ini, ia justru menemukan kenyataan yang sama seperti pada agama yang ia anut sebelumnya.

Keinginannya untuk memperoleh persetujuan cerai dari gereja Protestan, jika ia memutuskan memeluk agama tersebut, justru direspon negatif oleh pihak gereja.

Di satu sisi, pihak gereja Protestan menyetujui keinginannya untuk berpindah keyakinan dan mengakuinya sebagai umat Protestan. Tetapi, di sisi lain, pihak gereja Protestan tidak mengizinkan dirinya untuk bisa melakukan perkawinan lagi secara Protestan ataupun Katolik.

Dari situ, kemudian timbul frustasi yang mendalam dalam diri Sephy terhadap kedua agama tersebut.

"Waktu itu, Saya mencoba berfikir secara jernih, yang ada dalam pikiran saya cuma kedua agama ini kok aneh sekali. Mengapa orang yang lagi butuh pertolongan dan bimbingan justru ajaran agama yang dianutnya tidak memberikan solusi yang baik untuk penganutnya."

Keinginan untuk mendapatkan jawaban atas persoalan hidup yang dialaminya akhirnya membawa Sephy pada agama Islam. Kesemua itu, menurut Sephy, sebenarnya berawal dari mimpi-mimpi yang kerap datang dalam tidurnya di pertengahan November dan Desember 2007 silam.

Dalam mimpinya itu, Sephy sering diperlihatkan yang namanya kota suci bagi umat Islam, Makkah.

"Dalam mimpi itu, saya sering diajak orang ke Makkah dan orang itu bilang ini tempatmu," ungkapnya.

Seringnya mendapati mimpi aneh seperti itu membawanya kepada rasa ingin tahu terhadap agama Islam secara lebih mendalam.

Ia mengaku, selama memeluk Katolik, agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sering kali diidentikkan dengan agama radikal, tidak toleran, militan, eksklusivisme dan sangat tidak permisif untuk segala sesuatu yang haram di dunia.

Kemudian, ia mencoba mencari tahu Islam melalui buku-buku mengenai perbandingan Islam dan Kristen.

Dari buku-buku yang dibacanya, Sephy justru menemukan gambaran mengenai agama Islam yang jauh berbeda dengan yang ia peroleh selama ini.

"Setelah saya baca dan pelajari, benar ternyata Islam, menurut saya pribadi, adalah agama yang menuntun seseorang untuk menjadi orang yang lebih baik tanpa ada kepura-puraan di dalamnya. Gambaran ini jauh berbeda dengan anggapan yang saya dapatkan sebelumnya," paparnya.

Setelah banyak membaca dan mempelajari lebih dalam, ia akhirnya menyimpulkan bahwa Islam adalah agama yang sangat baik dan Nabi Muhammad SAW adalah seorang teladan yang baik. Tidak seperti pada agama yang lain, ungkapnya, aturan dalam Islam benar-benar harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

"Berbeda dengan ajaran Katolik atau Protestan yang semuanya enak, nggak ada larangan sama sekali. Jika pun ada, larangan itu bisa dilanggar oleh pemeluknya karena perintahnya tidak jelas. Jadi, apa yang dilarang dalam Alkitab pun masih bisa dilakukan dalam kehidupan nyata," ungkap Sephy tentang agama lamanya itu.

Keinginannya untuk mendalami ajaran Islam terus dilakukan Sephy. Tidak hanya dari buku-buku bacaan, ia juga sering berdiskusi dengan teman-teman Muslimnya.

Selama berdiskusi yang memakan waktu sekitar tujuh bulan itu, Sephy akhirnya mantap memilih Islam sebagai jalan hidupnya. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat di rumah saudaranya yang beragama Islam.

"Sejak awal, orang-orang di sekeliling saya tidak pernah memaksa saya untuk memeluk Islam. Justru mereka menyarankan saya untuk mencari tahu dulu dan belajar dulu tentang semua ajaran Islam."

Setelah menjadi seorang Muslim, Sephy berusaha mengamalkan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW ini dengan sebaik-baiknya.

Namun, tak lama menjadi Muslim, ujian mulai datang. Kedua orang tuanya geram dan marah besar ketika tahu anak semata wayangnya masuk Islam. Ia pun lantas dikucilkan oleh keluarganya.

Semua cobaan itu ia terima dengan pikiran positif. Ibunya dulu juga seorang Muslim. Namun, setelah menikah dengan bapaknya, ibunya akhirnya berpindah agama dan menjadi penganut Katolik.

Tidak hanya dikucilkan oleh keluarga, teman-teman pergaulan dulu juga menjauhi dirinya begitu mengetahui Sephy berpindah keyakinan. Lagi-lagi, ia melihat hal ini sebagai bentuk transformasi menuju jalan hidup yang lebih baik.

"Saya melihatnya, kita dulu kan sama-sama rusak. Kalau dia masih mau rusak, silakan. Tapi, saya ingin memperbaiki kerusakan itu. Artinya, saya sudah puas untuk segala macam dosa yang aneh-aneh dan cenderung ke hal yang berbau maksiat."

Puncak cobaan dirasakan Sephy ketika hidupnya menjadi susah secara ekonomi dan hubungan dengan orang-orang yang dahulu dekat dengannya mulai merenggang. Saat itu, menurut Sephy, ia seperti bernapas melalui sedotan. Namun, Allah tidak membebani hamba-Nya diluar kemampuan, semua cobaan tersebut bisa ia lalui.

"Sekarang, hidup saya sudah mulai tertata," ujar Sephy.

Selain kehidupannya mulai tertata dengan baik setelah memeluk Islam, Sephy bertekad menjadi seorang Muslim dengan kepribadian yang lebih baik. Orang mengenal sosok Sephy dahulu sebagai pribadi yang sombong, mudah marah, dan tidak ramah.

"Dan, itu terbukti pada saat saya diminta untuk menjadi panitia acara reuni SMA saya. Dari 80 orang yang kita undang, yang datang hanya 20 orang. Mungkin, karena mereka melihat panitianya saya," ungkapnya.

Untuk lebih matang dalam mempelajari agama Islam, Sephy memanggil guru mengaji ke rumah. Selain itu, ia berusaha untuk konsisten menjalankan semua ajaran dalam Islam, baik yang sifatnya wajib maupun sunah. Dengan menjalankan semua itu, ia merasakan ketenangan dalam menjalani hidup.

Meski dengan pemahaman yang masih dangkal, Sephy juga mulai mengenalkan agama barunya ini kepada buah hatinya, Ferreneza Amevie Lavianto, yang masih berusia tiga tahun. Hak asuh yang ia peroleh terhadap putra semata wayangnya ini memudahkan Sephy untuk memantau perkembangan dan pendidikan sang anak.

"Memang, dari awal, dia sudah dimandikan dan dibaptis secara Kristen. Tetapi, untuk saat ini, saya melihat ibu saya sendiri tidak pernah mengajak dia ke gereja. Begitu juga dengan mantan istri saya juga tidak pernah mengajari dia ke gereja."

Kendati demikian, ia tidak bisa terlalu banyak berharap jika kelak nanti sang anak akan mengikuti keyakinan yang dianutnya.

"Pada akhirnya, saya serahkan keputusan untuk memilih ke anak saya. Tapi, mungkin, sedari dini saya akan arahkan dia dengan pendidikan Islam. Semoga Allah memberikan hidayah kepada keluarga saya untuk senantiasa taat dalam menjalankan ajaran Islam," tutupnya.




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !



Continue Reading...

Islam Dituduh Teroris? Bantah dengan Jawaban Ini!

Tidak ada komentar:


Sosok mualaf ini brilian menangkis tuduhan dan stigma negatif yang menyatakan teroris pada umat Islam.

Dahulu Piore vogel seorang penganut kristiani dan sosok anti islam, namun dengan hidayah Allah ia 'convert' agamanya menjadi Islam.

Suatu ketika Piore Vogel pada tahun 2011 lalu memberikan kultum diatas mimbar dan memberikan presentasi Dinul islam di hadapan rakyat Jerman yang kebanyakan menganut kristiani juga komunis, tiba-tiba ada seseorang yang teriak "ISLAM? ajaran teroris apakah masih laku!?"

    tiba-tiba ada seseorang yang teriak "ISLAM? ajaran teroris apakah masih laku!?"

Vogel pun dengan senyum dan memanggil seorang itu untuk naik ke atas mimbar, lalu di hadapan ribuan pengunjung ia berkata kepada ribuan audiens tersebut,

1. Perang Dunia Pertama 17 juta tewas, disebabkan oleh non-Muslim

2. Perang Dunia Kedua 50-55 juta tewas, disebabkan oleh non-Muslim

3. Nagasaki bom atom 200 ribu tewas, disebabkan oleh non-Muslim

4. Perang di Vietnam lebih dari 5 juta orang tewas, disebabkan oleh non-Muslim

5. Perang di Bosnia / Kosovo lebih dari 500 ribu tewas, disebabkan oleh non-Muslim

6. Perang di Irak (sejauh ini) 1,2 juta tewas, dan disebabkan non-Muslim

7. Afghanistan, Burma juga disebabkan oleh non-Muslim.

Anda masih berpikir ISLAM adalah Masalah, apakah Islam Teroris?!


Silahkan Jawab? Seharusnya kalian berfikir, kenapa islam difitnah, berarti ada sesuatu yang tersimpan di dalamnya, kalian bisa menciptakan produk terbaik untuk dunia ini apakah kalian tidak bisa memaksimalkan akal kalian untuk mencari kebenaran tersebut!

Jangan katakan nanti anda berfikir bila kalian bisa membuat sesuatu saat ini, namun saat ini juga silahkan anda fikirkan!!!

Lalu vogel mengutip sedikit ayat al quran dan hadits nabi

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Jangan menimbulkan kerusakan di muka bumi," Mereka berkata, "Mengapa, kami hanya Ingin membuat perdamaian" Al Qur'an 02:11

Rasul Allah (saw) mengatakan, "Siapa pun yang mengarahkan seseorang untuk baik, maka dia akan memiliki pahala sama dengan pelaku tindakan."
[Sahih Muslim]

    Dahulu Piore vogel seorang penganut kristiani dan sosok anti islam, namun dengan hidayah Allah ia 'convert' agamanya menjadi Islam. Ketika ia berdakwah dan ia menangkis tudingan itu justru 1500 orang masuk Islam.









Dan subhanallah, saat itu ratusan kristiani naik ke panggung dan mengikrarkan syahadat, dan di hari ke dua di ikuti serupa, ratusan kristiani dan komunis mengikrarkan syahadat, dan ada yang menarik sosok pimpinan yahudi Jerman ikut mengikrarkan syahadat dan kini berjuang bersama dengan Piore Vogel untuk mengabarkan kebenaran Islam.

Subhanallah, Gemuruh takbir menghantar ribuan non muslim mengucapkan syahadat dalam waktu dekat.

Street Da'wah Muallaf jerman yang dimotori Piore Vogel menggelar presentasi publik selama seminggu tentang agama islam, apa itu Diinul Islam, apa itu tauhid dan lain sebagainya.

Rakyat Jerman yang terkenal etos kerja yang giat dan pola fikirnya yang cerdas tertarik dengan Diinul islam yang masuk akal, mudah dan logis, merekapun berbondong bondong meninggalkan ajaran lamanya, kebanyakan dari mereka umat kristen yang meninggalkan ajaran pagan buatan paulus.





Piere Vogel di dampingi rekannya yang juga muallaf kaliber dunia "Bilal Philips", membimbing satu, dua, tiga hingga puluhan dan mereka bertambah dan bertambah, mereka naik ke panggung meminta vogel membimbing mereka Bersyahadat,

Ada yang menarik dalam momen ini, seorang aktifis yahudi jerman yang bersedia untuk meninggalkan ajaran lamanya dan untuk mengimani islam, sambutan pun bertambah, teriakan takbir menggema dan Vogel memeluk erat serta mencium keningnya yang disambut Bilal Philips memeluk pria tersebut.





Jika pertolongan Allah dan kemenangan tiba, dan kamu melihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya.

…Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat (QS an-Nashr [110]: 1-3). [voice of mualaf/voa-islam.com]


- See more at: http://www.voa-islam.com/read/christology/2014/05/24/30570/piore-vogel-tangkis-tuduhan-teroris-pada-islam-1500-orang-jerman-bersyahadat/#sthash.fszVuo2o.dpuf

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Continue Reading...

Tak Ucapkan Selamat Natal, Dian Sastro 'Artis Muallaf ini' Dicaci Maki

Tidak ada komentar:
Setiap tahun selalu terulang debat antara yang mengucapkan Natal dan tidak mengucapkan Natal. Padahal dalam Islam sendiri pengucapan perayaan hari raya Natal berkaitan langsung dengan keselamatan aqidah, bukan sekadar kata tanpa makna.

Hal ini pula yang dialami oleh pemain film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), Dian Sastrowardoyo. Ceritanya pada hari Natal, Jumat (25/12) kemarin, Dian, begitu ia akrab disapa, tidak mengucapkan kalimat “Selamat Hari Natal”.

“In my mom’s family… we celebrate a day full of love and giving… it’s the time when we gather and have quality time with your family… selamat merayakan hari raya… baik saudara saudaraku yang kristiani maupun saudara saudaraku yang muslim yang kemarin merayakan Maulid Nabi.. mari kita tunjukkan pada dunia bahwa walau berbeda beda kepercayaan, namun kita tetap satu keluarga yang saling menyayangi..” tulis Dian melalui laman media sosialnya.





Karena tak ada kalimat “Natal”, kontan ia dibully oleh para fansnya yang memfollownya.

“Bilang selamat Natal saja apa susahnya?” komentar akun bernama Dilla William.

Nada yang sama juga diucapkan fans bernama Brandon, “Padahal dulu Natalan yah… ngomong Natal aja susahnya… you will pay the price. John 3:16.”

“Daripada bikin sakit hati saudara yang Kristiani mending ga usah ucapin sekalian. Saya juga ga natalan tapi bisa merasakan jika di posisi mereka.” tambah Dayue Lasibun.

Komentar positif dan dukungan juga ada. “Salut sama kak Dian buat toleransi beragama dan jaga hubungan sama keluarga, di tengah-tengah keluarga dari non muslim tapi teguh sama pendiriannya utk jadi mualaf. Semoga kak Dian tetep istiqomah.” kata Rofikoh Utami.

Seperti diketahui, Dian Sastro sebelum masuk Islam ia menganut agama Kristen Katolik maka tak heran ia masih berada di keluarga besar yang mayoritas beragama seperti agama Dian anut sebelumnya. [Paramuda/ BersamaDakwah]
Continue Reading...

Pesepakbola Termahal, 'Haji Paul Pogba' Masuk Islam Berkat Peran Orang ini

Tidak ada komentar:
  Yes  Muslim  - Pesepakbola termahal di dunia yang merumput bersama klub Inggris Manchester United, Paul Pogba ternyata mengetahui Islam dari sang ibu. Paul Pogba mengatakan bahwa ibunya adalah inspirasinya.


Dikutip dari laman Independent dan Daily Mail, menyebutkan bahwa Paul Pogba mengenal dan menjadi Muslim yang taat berkat peran ibunya, Yeo Moriba, yang mendidik Paul bersama dua saudaranya yang juga berkarir sebagai pesepakbola yaitu Florentin Pogba (Saint-Etinne) dan Mathias Pogba (Sparta Rotterdam).

Paul lahir di Lagny-sur-Marne, Prancis, merupakan anak dari pasangan orang tua Antoine Pogba dan Yoi Moriba yang berdarah Republik Guinea. Paul memiliki kakak kembar, Florentin Pogba dan Mathias Pogba bermain untuk Timnas Republik Guinea, sedangkan Paul yang lahir di Prancis bermain untuk Timnas Les Bleus.

Ia dan dua saudaranya dibesarkan Yeo di Roissy-en-Brie, sebuah perkebunan dekat kota Paris. Kendati banyak pecandu obat terlarang di lingkungan itu, namun keluarga Pogba tetap bersih dan masuk akademi sepak bola.

Pada tahun lalu, Pogba direkrut Manchester United dari Juventus sebagai pemain termahal di dunia. Sebelum kepindahan itu, Paul Pogba menyebut ibunya sebagai “supermum” yang ikut membangun karirnya dan memiliki pengaruh besar atas kehidupannya.

Walaupun bergelimang uang dan prestasi setelah mengantar Manchester United menjuarai Liga Europa usai mengalahkan Ajax di Stockholm pada pekan lalu, Pogba tetap menujukkan ketaatannya kepada agamanya.

Melalui akun Instagramnya, Ahad (28/5) lalu Pogba terlihat mengawali bulan Ramadhan tahun ini dengan menunaikan ibadah Umrah. Pada video dan foto yang diunggah, Pogba menuliskan “Hal terindah yang pernah saya lihat dalam hidup saya.” [fm]
Sumber: berdakwah.net



Paul Pogba Menjadi Muslim yang Taat Karena Sang Ibu





Gelandang Manchester United, Paul Pogba, dikenal sebagai salah satu pesepakbola muslim yang taat. Bahkan tak segan-segan pemain termahal dunia itu menunjukkaan sisi keislamannya kepada publik. Salah satunya saat ia dan kompatriotnya di timnas Perancis, Patrice Evra, mengunggah foto dan video keduanya ke media sosial, saat merayakan Hari Raya Idul Adhayang jatuh pada 12 September 2016 lalu.


Ternyata, peran sang ibu turut memberi andil kepada Pogba, hingga menjadikannya seorang muslim yang patuh terhadap nilai-nilai agama. Sang ibu yang bernama Yeo Moriba merupakan imigran dari Guinea yang lama menetap di Perancis. Dialah sosok yang memperkenalkan nilai-nilai Islam kepada Pogba yang kerap menunjukkan kepercayaannya, seperti saat dia berdoa sebelum menjalani pertandingan.


"Yeo selalu berusaha keras untuk membahagiakan ketiga putranya, dia sangat menyayangi ketiga putranya, dan tak peduli apakah orang lain mengetahui hal itu," ungkap salah seorang yang pernah jadi tetangga Keluarga Pogba.


"Jika seseorang membuat ketiganya kecewa, Yeo tak peduli, dia hanya ingin anak-anaknya bahagia."


Yeo pun merupakan salah satu sosok yang berperan terhadap kepindahan Pogba ke MU di awal musim ini. Kala itu, Pogba turut meminta saran kepada sang ibu sebelum mengambil keputusan. Hingga akhirnya pilihan jatuh untuk hijrah ke MU, Yeo sangat gembira terkait kepindahan sang anak. Bahkan Yeo langsung memborong jersey MU bertuliskan Pogba hingga tiga kantung plastik besar



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Continue Reading...

Masuk Islam, Atlet Wushu Peraih Emas Asian Games Lindswell Kwok Dibanjiri Doa Warganet

Tidak ada komentar:
  Ayo  Jalan Terus !  -  Ada yang berbeda dari atlet wushu peraih medali emas Asian Games 2018 Lindswell Kwok saat bertemu Menpora Imam Nahrawi.  Hadir bersama atlet wushu putra Achmad Hulaefi, Lindswell nampak cantik dengan hijab berwarna cerah. 



Lindswell, menjadi penyelamat muka Indonesia di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang saat menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang meraih medali emas pada event tersebut. Pewushu asal Medan itu akhirnya menjadi yang terbaik di nomor taijiquan dan taijijian.

Lama tak muncul di media, Lindswell ternyata sudah menjadi seorang mualaf dan menikahi sesama atlet wushu, Achmad Hualefi yang nampak setia mendampingi Lindswell saat berkunjung ke kediaman Menpora.


Warganet yang kaget dengan kabar ini segera membanjiri Lindswell dengan doa.
href="https://twitter.com/Enggalpm?ref_src=twsrc%5Etfw">@Enggalpm @bambangelf @Dita_Sari_@chicohakim @imam_nahrawi pic.twitter.com/rHE7WV8AVI — Gus Umar Hasibuan (@Umar_Hasibuan_) December 3, 2018 






Profil Singkat Lindswell Kwok, Atlet Wushu Kece yang Banjir Prestasi


 Lindswell Kwok, atlet wushu wanita Indonesia akan ikut membela Indonesia dalam ajang Asian Games 2018. Segudang penghargaan Lindswell dapat menjadi harapan bagi cabang olahraga wushu Indonesia untuk mendapatkan emas. Yuk simak profil singkatnya di bawah ini: 

1. Sederet penghargaan di bawah umur 27 tahun


Lindswell Kwok merupakan atlet wushu kelahiran Medan 24 September 1991 yang rajin menyumbang medali untuk Indonesia. Hingga tahun 2017 Lindswell berhasil menyabet 18 medali emas, 8 medali perak dan 6 medali perunggu dari ajang kompetisi internasional yang diadakan di seluruh bagian dunia.


2. 18 medali emas



Lindswell Kwok berhasil menyumbang 18 medali emas bagi Indonesia. Dua emas terakhir adalah saat membela Indonesia di World Wushu Championship di Rusia pada tahun 2017 dan SEA Games di Malaysia pada tahun yang sama.

3. Sudah berlatih sejak kecil



Lindswell telah berlatih wushu sejak kecil. Ia harus berlatih wushu dengan terpaksa dan tidak menyukai olahraga itu sama sekali. Namun sang kakak tidak pernah berhenti untuk menyemangatinya dan pada akhirnya ia berhasil menjadi salah satu aset berharga Indonesia pada bidang olahraga.



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Ayo Jalan Terus! -  Suarakan Fakta dan Kebenaran ! 



Continue Reading...