Latest Posts
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

KISAH NYATA Mereka Beragama Bukan Dari Warisan

Tidak ada komentar:




Mereka Beragama Bukan Dari Warisan

  Yes  Muslim  - Mereka yang udah pernah merasakan hingar bingar di dunia jahiliah, bahkan diantaranya lagi di puncak ketenaran seperti Berry Saint Loco, kalau Allah sudah berkehendak mereka diberi hidayah, agama yang mungkin dianggap warisan dan gemerlap dunia mereka tinggalkan.

Berry Saint Loco

Vokalis Saint Loco, Berry Manoch menjadi mualaf pada 20 Maret 2015. Beery pun mengganti namanya menjadi Muhammad Berry Al Fatah.

Pertama kali hal itu diungkapkan Berry dalam akun Instagram pribadinya. "Alhamdulillah di lancarkan semuanya hari ini udh resmi jd Muhammad Berry Al Fatah Subhanallah #AwalBaru #HatiBaru #LembaranBaru," tulisnya.

Berry Manoch lalu mengganti namanya menjadi Mohammad Berry Al Fatah Manoch. Apa arti nama barunya itu?

"Kemarin diganti dengan nama Mohammad Berry Al Fatah. Al Fatah kan artinya dibukakan. Selama ini mungkin hidupnya tertutup dan sekarang dibuka sama Allah," tuturnya.

Vokalis Purgatory

Vokalis band Death Metal Purgatory, Madmor meninggalkan musiknya dan sekarang lebih menekuni Al Quran, lebih senang ngaji.

"Kalo ditanya itu kan masalah hati. Allah menentukan gua punya pilihan lain, untuk berhenti dari musik. Karena hidup ini kan ada batasnya... Mati. Nah gua berpikir apakah sampai mati gua begini, kita kan butuh bekal. Itu yang akhirnya diputuskan guo cari ilmu dulu deh. Daripada ada hal yang lebih bermanfaat yang bisa gua lakukan. Kayak gitu. Jadi menurut gua itu terlalu duniawi. Gua pilihannya antara denger musik dan Al Quran, gua lebih milih Al Quran ada ganjarannya dan dapat pahala. Kalo musik kan nggak. Gua lebih pilih bisa menikmati pahala nanti dibanding denger musik. Dan itu gak bisa diotak-atik lagi di hati gua. Enak banget dengerin musik. Iya enak, gua masih bisa gini-gini dengerin musik. Tapi gua mau nilai lebih untuk investasi akhirat nanti," kata Madmor menjelaskan alasan berhenti dari vokalis Purgatory.

Vocalis Rocket Rockers

AL a.k.a UCAY (Noor Al Kautsar) dikenal sebagai vokalis band pop punk kenamaan asal Bandung, Rocket Rockers. Banyak yang terkejut ketika Ucay memutuskan untuk keluar dari band yang telah melambungkan namanya. Terhitung 1 Januari 2013, setelah 13 tahun berkarir bersama Rocket Rockers, Ucay akhirnya  resmi mengundurkan diri.

Ucay memutuskan keluar dari Rocket Rockers alasannya karena ia kerap galau dan gelisah dalam menjalankan profesinya yang dirasa menuai lebih banyak mudharat daripada manfaat. Ia juga ingin segera meraih ketenangan hati dengan mendekat kepada-Nya.

Ia mengungkapkan, ketika masih menjadi vokalis band dan manggung di sejumlah acara kafe dan klub, ia kerap merasa gelisah terhadap situasi di sekelilingnya. Ia kerap mengimbau para penggemar agar menjauhi obat-obatan dan minuman keras.

Namun, ia merasa keberadaannya saat itu lebih banyak mengundang mudharat dari pada manfaat. "Sering kontra sama hati, otomatis saya juga mengajak mereka ke arah yang jelek," ujar nya.

"Dulu saya gabung Rocket Rockers saya hanya ingin having fun aja, anak SMA yang baru lulus, menyukai Blink-182, NOFX. Awalnya dari masuk industri musik kemudian jadi karir sampai akhirnya masuk major label dan buat label sendiri dan bahkan tur Asia dan Eropa. Itu semua pengalaman yang luar biasa sekali, dan orang lain belum tentu bisa ngerasain hanya gara-gara sebuah band pop punk. Saya bisa mengambil kesimpulan bahwa saya harus berada di jalur musik dulu supaya nantinya saya bisa ngomong sesuatu. Kenapa saya keluar sekarang? Ya, ini namanya sikap. Kalo gue liat sih Allah punya rencana," tuturnya.

Vocalis JERUJI

Di kalangan dunia band underground, namanya sudah dikenal luas. Dia adalah penguasa panggung metal sejak tahun 1996. Namun kini semua berubah, Donny Supriyadi alias 'Them_f**k' meninggalkan band Jeruji dan memilih mengaji.

Dulu saat masih jadi vokalis band, Donny mengaku akrab dengan berbagai kenakalan rockstar pada umumnya, yaitu minuman keras, narkoba dan lain-lainnya.

"Sebenarnya sih setelah saya tahu sekarang, memang benar itu masa kelam. Tapi dulu mah nggak tahu itu teh masa kelam. Jadi seakan-akan dulu itu ketika melakukan maksiat kayak minum, mabuk-mabukan, narkoba, sedikit suka berpacaran, itu kan nggak boleh yah. Artinya dulu itu karena nggak tahu jadi seakan-akan benar," cerita Donny.

Pada tahun 2012, Donny mulai merasa galau dengan kehidupannya. Menginjak usia 40, dia sudah melihat beberapa temannya yang hijrah. Dia pun mulai mencari-cari tahu soal arti hijrah, namun belum maksimal.

Saat itu, istrinya yang lebih dulu hijrah. Ibu, panggilan istrinya memakai kerudung dan rajin salat. Melihat itu, Donny pun jadi semakin bersemangat. Pria bertato Jeruji di tangannya itu mulai mengikuti kajian di Daarut Tauhid bersama Abdullah Gymnastiar (AA Gym). Hingga akhirnya mulai datang ke Mas
jid Al -Lathiif.

***

Masya Allah... begitulah perjalanan menemukan Hidayah yang begitu mahal.

Hidayah memang harus diusahakan, dicari, karena dia bukan warisan.

Dan ketika kita sudah menggapainya, jaga dan syukurilah. Pegang erat jangan sampai direbut pemikiran sesat semua agama benar ala liberal.

(Dihimpun redaksi portal-islam.id dari berbagai sumber)


Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim - Portal Muslim Terupdate !



Continue Reading...

Ahmad Thomson : Jika TUHAN Disalib, Siapa yang Menghidupi Surga dan Dunia ?

Tidak ada komentar:
  Yes  Muslim  - Pemilik nama kecil Martin Thomson ini dikenal sebagai pengacara terkemuka di Inggris. Ia juga mengetuai Wynne Chambers, badan hukum Islam yang didirikannya pada 1994.

Berislam 38 tahun lalu, Thomson meyakini cara terbaik mengamalkan ajaran Islam adalah memahami dan meneladani sumbernya, yakni Alquran dan Sunah Rasulullah SAW. “Seperti pepatah yang mengatakan bahwa semakin dekat kita pada sumber mata air, semakin murni air yang kita minum,” ujar pria kelahiran Afrika ini.






Dilahirkan di Rhodesia Utara (sekarang Zambia), Thomson menempuh pendidikan dasar serta menengahnya di Rhodesia Selatan (sekarang Zimbabwe). Masa awal hidupnya, ia lalui di daerah-daerah terpencil Afrika yang kala itu belum tersentuh peradaban modern, seperti listrik, gas, dan saluran air bersih.

Lahir dan besar di Afrika, Thomson muda merasa tidak puas pada ajaran Kristen. Ia mulai mempertanyakan banyak hal seperti, “Jika setiap manusia itu sama di hadapan Tuhan, lalu mengapa kaum Afrika kulit putih seperti dia harus beribadah di gereja yang berbeda dengan kaum kulit hitam?”

Pertanyaan lain yang kerap mengganggunya sebagai pemeluk Kristen adalah soal ketuhanan Yesus. “Jika Yesus adalah Tuhan, kepada siapa dahulu ia berdoa? Jika Yesus adalah Tuhan dan disalib, lalu siapa yang menghidupi surga dan dunia? Pertanyaan itu tak pernah terjawab selama aku memeluk ajaran Kristen,” ujar lulusan Exeter University, Inggris, ini.

Ketika berusia 12 tahun, Thomson sampai pada satu titik di mana ia memercayai Tuhan dan Yesus. “Hanya saja, aku tidak yakin pada gereja.” Terhenti pada berbagai pertanyaan itu, Thomson mulai membaca apa pun dan memikirkan kehidupan yang dijalaninya sejauh itu. Ia mengunjungi berbagai kelompok spiritual dan mencoba meditasi selama beberapa bulan. “Itu menenangkan, tapi sama sekali tak mengubah gaya hidupku.”

Hingga akhirnya, Thomson bertemu Syekh Abdalqadir as-Sufi (tokoh tarbiyah, penggagas Gerakan Dunia “Murabitun”). Pertemuan itu menjadi awal perkenalannya dengan Islam, agama yang tak pernah terpikirkan oleh Thomson sebelumnya.





Saat berbicara dengan Syekh Abdalqadir dan mendengarkan berbagai hal yang disampaikannya, Thomson merasa telah menemukan jalan menuju transformasi yang ia butuhkan. “Sejak itu, perlahan aku menemukan jawaban atas semua pertanyaan yang memenuhi otakku,” katanya. Thomson pun rutin mengunjungi pusat kajian Islam Syekh Abdalqadir. Ia juga membaca The Book of Stranger yang ditulis Sang Syekh.

Thomson mantap mengakhiri pencariannya pada 13 Agustus 1973. Ia pun mengikrarkan syahadat dan berhaji empat tahun kemudian. Sepulang haji, ia menyelesaikan pelatihannya sebagai pengacara. Lalu, pada 26 Juli 1979, ia dipanggil ke Pengadilan England & Wales dan mulai meniti karier di bidang advokasi dan hukum Islam.

Thomson pertama kali memperoleh perhatian publik pada 2001, saat tampil dalam sebuah film dokumenter berjudul My Name is Ahmed yang menyabet sebuah penghargaan. Ia pun tampil di film dokumenter lainnya, Prince Naseem’s Guide to Islam. Kedua film itu ditayangkan di BBC2 pada Agustus 2001. Setelah itu, wajahnya kerap mewarnai layar kaca dalam berbagai program, terutama program-program Islam.

1 1Kini, hari-harinya diisi dengan aneka kegiatan keislaman, mulai dari memberikan ceramah rutin tentang Islam di berbagai wilayah di Inggris, menulis untuk Jurnal al-Kala, sampai menjadi kontributor tetap dalam konferensi lintas agama yang digelar setiap tahun di Masjid Regents Park dan Pusat Kebudayaan. Beberapa buku karyanya yang cukup menggemparkan dan sangat sulit dicari terjemahannya , buku yang membongkar apa dan bagaimana  konspirasi Yahudi di dunia ini yang berjudul , yaitu Dajjal the Anti Christ  (bbrp/ROI/Eramuslim/HK)




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Continue Reading...

Islam Dituduh Teroris? Bantah dengan Jawaban Ini!

Tidak ada komentar:


Sosok mualaf ini brilian menangkis tuduhan dan stigma negatif yang menyatakan teroris pada umat Islam.

Dahulu Piore vogel seorang penganut kristiani dan sosok anti islam, namun dengan hidayah Allah ia 'convert' agamanya menjadi Islam.

Suatu ketika Piore Vogel pada tahun 2011 lalu memberikan kultum diatas mimbar dan memberikan presentasi Dinul islam di hadapan rakyat Jerman yang kebanyakan menganut kristiani juga komunis, tiba-tiba ada seseorang yang teriak "ISLAM? ajaran teroris apakah masih laku!?"

    tiba-tiba ada seseorang yang teriak "ISLAM? ajaran teroris apakah masih laku!?"

Vogel pun dengan senyum dan memanggil seorang itu untuk naik ke atas mimbar, lalu di hadapan ribuan pengunjung ia berkata kepada ribuan audiens tersebut,

1. Perang Dunia Pertama 17 juta tewas, disebabkan oleh non-Muslim

2. Perang Dunia Kedua 50-55 juta tewas, disebabkan oleh non-Muslim

3. Nagasaki bom atom 200 ribu tewas, disebabkan oleh non-Muslim

4. Perang di Vietnam lebih dari 5 juta orang tewas, disebabkan oleh non-Muslim

5. Perang di Bosnia / Kosovo lebih dari 500 ribu tewas, disebabkan oleh non-Muslim

6. Perang di Irak (sejauh ini) 1,2 juta tewas, dan disebabkan non-Muslim

7. Afghanistan, Burma juga disebabkan oleh non-Muslim.

Anda masih berpikir ISLAM adalah Masalah, apakah Islam Teroris?!


Silahkan Jawab? Seharusnya kalian berfikir, kenapa islam difitnah, berarti ada sesuatu yang tersimpan di dalamnya, kalian bisa menciptakan produk terbaik untuk dunia ini apakah kalian tidak bisa memaksimalkan akal kalian untuk mencari kebenaran tersebut!

Jangan katakan nanti anda berfikir bila kalian bisa membuat sesuatu saat ini, namun saat ini juga silahkan anda fikirkan!!!

Lalu vogel mengutip sedikit ayat al quran dan hadits nabi

Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Jangan menimbulkan kerusakan di muka bumi," Mereka berkata, "Mengapa, kami hanya Ingin membuat perdamaian" Al Qur'an 02:11

Rasul Allah (saw) mengatakan, "Siapa pun yang mengarahkan seseorang untuk baik, maka dia akan memiliki pahala sama dengan pelaku tindakan."
[Sahih Muslim]

    Dahulu Piore vogel seorang penganut kristiani dan sosok anti islam, namun dengan hidayah Allah ia 'convert' agamanya menjadi Islam. Ketika ia berdakwah dan ia menangkis tudingan itu justru 1500 orang masuk Islam.









Dan subhanallah, saat itu ratusan kristiani naik ke panggung dan mengikrarkan syahadat, dan di hari ke dua di ikuti serupa, ratusan kristiani dan komunis mengikrarkan syahadat, dan ada yang menarik sosok pimpinan yahudi Jerman ikut mengikrarkan syahadat dan kini berjuang bersama dengan Piore Vogel untuk mengabarkan kebenaran Islam.

Subhanallah, Gemuruh takbir menghantar ribuan non muslim mengucapkan syahadat dalam waktu dekat.

Street Da'wah Muallaf jerman yang dimotori Piore Vogel menggelar presentasi publik selama seminggu tentang agama islam, apa itu Diinul Islam, apa itu tauhid dan lain sebagainya.

Rakyat Jerman yang terkenal etos kerja yang giat dan pola fikirnya yang cerdas tertarik dengan Diinul islam yang masuk akal, mudah dan logis, merekapun berbondong bondong meninggalkan ajaran lamanya, kebanyakan dari mereka umat kristen yang meninggalkan ajaran pagan buatan paulus.





Piere Vogel di dampingi rekannya yang juga muallaf kaliber dunia "Bilal Philips", membimbing satu, dua, tiga hingga puluhan dan mereka bertambah dan bertambah, mereka naik ke panggung meminta vogel membimbing mereka Bersyahadat,

Ada yang menarik dalam momen ini, seorang aktifis yahudi jerman yang bersedia untuk meninggalkan ajaran lamanya dan untuk mengimani islam, sambutan pun bertambah, teriakan takbir menggema dan Vogel memeluk erat serta mencium keningnya yang disambut Bilal Philips memeluk pria tersebut.





Jika pertolongan Allah dan kemenangan tiba, dan kamu melihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya.

…Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat (QS an-Nashr [110]: 1-3). [voice of mualaf/voa-islam.com]


- See more at: http://www.voa-islam.com/read/christology/2014/05/24/30570/piore-vogel-tangkis-tuduhan-teroris-pada-islam-1500-orang-jerman-bersyahadat/#sthash.fszVuo2o.dpuf

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !
Continue Reading...

Pertanyaan Mantan Pendeta yang Tak Bisa Dijawab Pendeta Lain Ini Bikin Ayahnya Masuk Islam

Tidak ada komentar:



  Yes  Muslim  - Ayahnya masih tidak terima sang anak masuk Islam. Sebagai pensiunan tentara berdarah Manado, ia merasa terhina ada keturunannya keluar dari agama mereka. Apalagi, anaknya itu telah menjadi pendeta besar.

Hari itu, ia mencecar anaknya dengan berbagai pertanyaan. Namun, pertanyaan-pertanyaan itu justru berbalik meragukannya. Hingga pertanyaan puncak dari sang anak tak bisa dijawabnya.

“Menurut Bapak, apakah Tuhan pernah mati?”

“Gila kamu, Yahya. Masa Tuhan mati?” 

“Bapak percaya Yesus Tuhan?”

“Sampai hari ini Yesus adalah Tuhan saya”

“Sekarang saya mau tanya, Yesus pernah mati nggak?”
Demikian di antara dialog mereka yang diceritakan Mantan Pendeta Yahya Waloni. Ayahnya tak bisa menjawab pertanyaan “skak mat” itu.

Dialog itu juga salah satu wasilah yang membuat sang ayah akhirnya masuk Islam. Meskipun awalnya ia sangat marah pada Yahya Waloni. Saat Waloni masih kecil ketahuan tertarik masjid saja ayah menghajarnya, apalagi setelah tahu ia masuk Islam pada tahun 2006. 

Namun, dialog-dialog seperti di atas membuat hati ayahnya terbuka. Akhirnya mendapat hidayah dan masuk Islam.

Berikut ini video saat yahya Waloni menceritakan dialog dengan sang ayah:






Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Continue Reading...

Tak Ucapkan Selamat Natal, Dian Sastro 'Artis Muallaf ini' Dicaci Maki

Tidak ada komentar:
Setiap tahun selalu terulang debat antara yang mengucapkan Natal dan tidak mengucapkan Natal. Padahal dalam Islam sendiri pengucapan perayaan hari raya Natal berkaitan langsung dengan keselamatan aqidah, bukan sekadar kata tanpa makna.

Hal ini pula yang dialami oleh pemain film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), Dian Sastrowardoyo. Ceritanya pada hari Natal, Jumat (25/12) kemarin, Dian, begitu ia akrab disapa, tidak mengucapkan kalimat “Selamat Hari Natal”.

“In my mom’s family… we celebrate a day full of love and giving… it’s the time when we gather and have quality time with your family… selamat merayakan hari raya… baik saudara saudaraku yang kristiani maupun saudara saudaraku yang muslim yang kemarin merayakan Maulid Nabi.. mari kita tunjukkan pada dunia bahwa walau berbeda beda kepercayaan, namun kita tetap satu keluarga yang saling menyayangi..” tulis Dian melalui laman media sosialnya.





Karena tak ada kalimat “Natal”, kontan ia dibully oleh para fansnya yang memfollownya.

“Bilang selamat Natal saja apa susahnya?” komentar akun bernama Dilla William.

Nada yang sama juga diucapkan fans bernama Brandon, “Padahal dulu Natalan yah… ngomong Natal aja susahnya… you will pay the price. John 3:16.”

“Daripada bikin sakit hati saudara yang Kristiani mending ga usah ucapin sekalian. Saya juga ga natalan tapi bisa merasakan jika di posisi mereka.” tambah Dayue Lasibun.

Komentar positif dan dukungan juga ada. “Salut sama kak Dian buat toleransi beragama dan jaga hubungan sama keluarga, di tengah-tengah keluarga dari non muslim tapi teguh sama pendiriannya utk jadi mualaf. Semoga kak Dian tetep istiqomah.” kata Rofikoh Utami.

Seperti diketahui, Dian Sastro sebelum masuk Islam ia menganut agama Kristen Katolik maka tak heran ia masih berada di keluarga besar yang mayoritas beragama seperti agama Dian anut sebelumnya. [Paramuda/ BersamaDakwah]
Continue Reading...

Lahir di SOLO, Mantan Misionaris : Kalo Yesus Tuhan, Kok Tidak Disembah Para Nabi?

Tidak ada komentar:






  Yes  Muslim  - Perkenalkan, saya Dra. Dewi Purnamawati, lahir di Solo tahun 1962. Tahun 1971 saya ikut ayah yang anggota AURI pindah tugas ke Pulau Lombok.

Sekolah di Lombok NTB, di SD Katolik St. Antonius Ampenan, SMP Katolik Kesuma Cakranegara dan di STM Negeri Mataram, lulus tahun 1981. Kuliah di IKIP Yogya lulus Tahun 1985. Tahun 1986 saya kembali ke Solo dan mengajar listrik disalah satu STM.

Pengaruh kekristenan Ibu yang seorang aktifis Gereja yang sangat kuat. Tahun 1971 Ayah yang Islam, di kristenkan oleh ibu bahkan berhasil dibina menjadi aktifis penginjilan (misi menyebarkan ajaran Kristen) yang militan dan handal.

Ayah punya talenta mampu berinteraksi dan mengusir roh kegelapan. Padahal kemampuan metafisik / paranormal yang umumnya dianggap anugrah Tuhan itu, sebenarnya dari Setan.

Saya dan 2 adik saya di didik dengan taat dalam kehidupan Kristen yang fanatik. Sejak kecil sudah dicekoki doktrin-doktrin Kristen. Memiliki sikap merendahkan dan apriori terhadap Islam. Harus mampu mencitrakan bahwa Kristen adalah KASIH.

Digembleng menjadi militan untuk mampu memasuki dan mempengaruhi kehidupan masyarakat Pulau Lombok yang mayoritas beragama Islam. Kami semua aktifis gereja, aktif memurtadkan muslimin.

Contoh keberhasilan didikan ibu adalah adik saya laki-laki. Sejak kira-kira Tahun 1997 ia menjadi Pendeta di daerah Cimahi setelah menamatkan S2 nya di Institut Agama Kristen TIRANUS Cimahi Bandung. Penduduk desa diajari mengelola tanaman hidrophonik sampai memasarkannya.
Melalui rehabilitasi kecanduan narkoba, remaja-remaja muslim diterapi kecanduannya. Lewat Biro Konsultasi, orang-orang bermasalah dicarikan solusi. Tetapi semua tadi hanya kedok dan sarana untuk memurtadkan muslim, menerima Yesus sebagai tuhan.

Adik saya perempuan, aktifis penginjilan di Madura. Kadang kalau malam minggu dia mengamati kiai yang menyeberang ke Surabaya. Ada yang pakaian kiainya ditanggalkan, ganti pakai celana jeans dan T. Shirt. Lalu asyik dalam dunia hiburan. Ini celah memurtadkan kiai ! Apalagi kalau jembatan Suramadu sudah jadi.

Saya sendiri sejak kecil sudah mampu memurtadkan teman-teman Islam saya. Mereka saya ajak Sekolah Minggu. Iming-imingnya roti, sepatu, tas, buku dsb. Akhirnya mereka dibaptis bersama-sama dengan saya. Herannya para orang tua mereka tidak risau sama sekali, menganggap tidak ada masalah. Mereka tidak paham kalau anak-anaknya tergiring ke neraka.

Menikah tahun 1986 dengan aktifis HMI sekaligus pengurus pengajian yang berhasil saya kristenkan. Kami punya anak tahun 1987.

Meskipun Kristen mengajarkan “Apa yang telah dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia.” tetapi Pendeta mengijinkan kami bercerai pada tahun 1992. Pendeta tidak punya solusi mengatasi keruwetan rumah tangga kami. Sejak itu banyak kasus gugatan perceraian keluarga kristen akhirnya diijinkan oleh pendeta. Daripada memaksakan utuhnya rumah tangga tetapi suasananya seperti dalam neraka.

Sejak itu anak saya diasuh orangtua saya di Lombok. Ia dididik menjadi seorang kristen yang militant dan misionaris. Memanfaatkan talenta dan pesonanya dia berhasil memurtadkan beberapa teman Islamnya.
Lewat bermusik, ia tak segan menyanyikan lagu-lagu religi Islami tetapi saat natal, gantian teman-teman muslimnya ia ajak ikut main musik di gereja sambil mempromosikan kehidupan gereja yang lebih enjoy sesuai nafsu dan selera anak muda. Pelan tapi pasti merekapun murtad masuk Kristen.
Kuliahnya di Universitas Kristen di Jogya jurusan Pastoral Konseling, kalau lulus jadi Pendeta! Juli 2007 saat kami dakwah ke Lombok, anak saya baru saja membagi-bagikan jilbab milik pacar-pacar muslimahnya yang berhasil ia kristenkan.

Sebenarnya sejak kecil saya sudah meragukan ajaran Kristen.
Saya sering berpikir, kenapa banyak sekali kejanggalan, hal tak nalar dan kisah-kisah amoral (BACA : SEX IN THE BIBLE). Setiap kali bertanya guru agama, frater, pendeta, pastur bahkan pakar theologia-pun jawabnya Ya & Amin, tidak boleh tanya. Atau muter-muter mengalihkan perhatian.
Dihukum guru & orang tua karena nekad bertanya adalah biasa ! Geli juga kalau ditengking (seperti diruqyah) pendeta karena dianggap kemasukan roh kegelapan.

Namun meski ragu, saya tetap mencoba setia dengan kekristenan saya. Tetap melakukan kegiatan gereja walau kegalauan kian membengkak menyiksa nurani. Pindah ke Islam ? wow…sorry ! Secuilpun tak ada minat. Sama sekali !… kalau benci.., memandang rendah… Ya ! Kamipun sering melecehkan Islam.
Opini & persepsi negatif tentang Islam terlanjur mencengkeram erat di dalam benak kami. Bahwa Islam itu agamanya orang bodoh, melarat, pemalas, biang kerok segala kerusuhan dan kekerasan. Kebetulan kondisi umat Islam yang kami lihat di Lombok mendukung image negatif tersebut.
Namun yang namanya hidayah Allah, tidak seorangpun mampu menolaknya. “Jika Buku Pedoman sudah benar, baik dan sempurna maka tidak perlu direvisi”. Jika memang Bible/Alkitab/Injil sudah tuntas sempurna, kenapa Tuhan masih perlu menurunkan Al Qur’an ? Fakta itu mengusik logika saya. Menggoyahkan iman kristen saya.
Dra. Dewi Purnamawaty (Mantan Misionaris Kristen) : "Kalau Yesus Memang Tuhan Kenapa Para Nabi (Adam, Nuh, Ishak, dll) Tidak Menyembah Yesus ???"

Video : http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=0-J8XThMOXc

http://duniamuallaf.blogspot.co.uk/2013/11/sex-in-bible-waspadalah-injil-adalah.html#more

Benarkah Bible/Alkitab itu kitab suci ? wahyu Tuhan ?
Kenapa nabi Nuh dikisahkan mabuk anggur lalu telanjang ?
Nabi Luth diminumi anggur lalu di tiduri 2 putrinya bergantian dua malam berturut-turut ?
Kenapa mengumbar kisah super porno super cabul sangat vulgar ? Persundalan, zina kakak dengan adik, ibu dengan anak,bapak dengan putrinya, mertua dengan menantunya, lesbian (sex sesama perempuan), onani pun ada.
Iman atau syahwat kita kah yang menggelegak setelah membaca petualangan sex super dahsyat dari kakak beradik Ohola Oholiba di kitab suci Yehezkiel ?
(BACA : SEX IN THE BIBLE).

Alkitab melarang minum anggur dan mabuk, kenapa Yesus justru mengubah 6 drum air jadi minuman anggur untuk dihidangkan di pesta nikah ?

Kenapa minuman haram ini dijadikan lambang darah Yesus yang kudus dalam perjamuan kudus di gereja ? Pernah ketika perjamuan kudus satu piala anggur yg mestinya diminum bergiliran, dihabiskan seorang diri dan langsung mabuk. Berarti darah Yesus memabukkan ya ?

Kenapa Allah kalah bergelut dengan manusia ?
http://islamterbuktibenar.net/?pg=articles&article=16296Kenapa
Tuhan menyesal dan keliru membuat kebijakan ?
Kenapa Allah dimuliakan dengan dusta ?
Kenapa laba dan upah sundal kudus bagi Tuhan ?
Kenapa Tuhan berhenti bekerja & perlu istirahat ? Apakah Tuhan kelelahan ?
Kenapa manusia bisa melahirkan Tuhan ?
Di saat Yesus ada di dunia, Allah ada di Surga. Ada Yesus duduk disebelah kanan Allah. Jelas kan Yesus dan Allah itu 2 oknum berlainan & terpisah ?
Kenapa dipaksakan bahwa Yesus itu Allah ? Yesus makan minum & tentunya buang hajat yang pasti najis ? Layakkah kalau Tuhan Maha Suci mengandung najis ? (BACA ; THE DARK BIBLE)

Yesus mengaku di utus, Allahlah yang mengutus.
Yesus mengakui tidak dapat berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, sedangkan Allah Maha Kuasa. Yesus hanya melaksanakan kehendak Bapa, tetapi Allah Maha Berkehendak.
Yesus pun berdoa dan Allahlah Yang Mengabulkan Doa.
Yesus menolak dikatakan baik, Allahlah Yang Maha Baik.
Yesus menyerahkan nyawa kepada Allah. Bukankan level / derajat Yesus jauh dibawah Allah?

Kenapa Yesus disamakan dengan Allah ? Mungkinkah Utusan = Pengutus ? Lemah = Maha_Kuasa ? Pelaksana = Pengaturnya ? Pemohon = Pemberi ? Menyerahkan = Menerima ?

Kalau Yesus memang Tuhan kenapa Nabi-nabi & orang saleh Adam, Nuh, Ibrahim, Ishak, Ismail, Daud, Salomo, Musa, Zakaria, Maria, tidak ada ceritanya menyembah Yesus ?

Kalau Yesus = Tuhan = Allah dan Yesus mati disalib lalu dimana sifat Maha Hidup, Kekal, Tidak Berawal Tidak Berakhir dan Maha Kuasa-Nya ? Siapa yang kuasa mematikan Tuhan ?
Lalu saat Tuhan mati yang mengatur alam semesta ini siapa ? Yang menjawab doa siapa ? Yang menggantikan / mengambil peran Tuhan siapa ? Ataukan ada Tuhan lain yang mengendalikan alam semesta seisinya ?

Kenapa Tuhan punya silsilah bahkan ada 2 versi yang sangat berbeda (versi Matius dan Lukas) ? Berarti Tuhan punya bapak, kakek, buyut, nenek moyang ? Kenapa dalam daftar silsilah Tuhan Yesus ada Yehuda yang bersundal dengan Tamar menantunya ?
Lalu menurunkan Daud yang mengintip dan menzinahi Betsyeba istri Uria prajuritnya bahkan merancang terbunuhnya Uria ? Daud dan Betsyeba menurunkan Salomo yang beristri 700 bergundik 300. Salomo lebih mencintai istri-istrinya daripada Tuhan. Salomo juga menyembah berhala. Apakah Logis Tuhan Maha Suci, Maha Mulia adalah keturunan orang-orang pezina, amoral dan musyrik ? Ajaibnya lagi, tuhan Yesus itu keturunan Salomo sekaligus keturunan Natan kakak kandung Salomo. Nalar nggak ? Apakah iman itu harus memperkosa akal ? (BACA : SEX IN THE BIBLE)

TAUHID adalah menyembah hanya kepada Allah Yang Esa. Yesus dan para Nabi mengajarkan Tauhid. Ayat-ayat Tauhid bertebaran didalam Alkitab, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru. Tetapi Paulus mengajarkan penuhanan Yesus, menyembah Trinitas. Yesus mempertahankan Taurat tetapi Paulus mencampakkan Taurat. Kenapa lebih mengikuti Paulus daripada Yesus yang mereka pertuhankan ? Berarti lebih tuhan Paulus daripada Yesus ?

Seabreg kenapa, seabreg kemusykilan, seabreg kontradiksi, seabreg amoralitas didalam Bible semakin membuatku bimbang. Saya jadi malas dan enggan ke gereja, enggan membuka Bible apalagi sudah direvisi Al Qur’an.

Malam natal 24 Desember 1998, saya memaksakan diri mencoba untuk kembali mengikuti kebaktian, bukan kedamaian yang saya peroleh tapi galau itu semakin memuncak. Sejuta tanya tetap tak terjawab menggelorakan pemberontakan dalam hati. AGAMA, TUHAN, KITAB SUCI adalah masalah KEBENARAN BUKAN PEMBENARAN, maka harus tepat memilihnya karena berujung surga atau neraka !

Di saat Alkitab dan Gereja tidak mampu menjawab segala tanya sehingga semakin jauh dari hati, peristiwa mengerikan nyaris merenggut nyawa saya. Melaju kencang menuju Madiun, ban mobil saya tiba-tiba kempes tertancap potongan plat besi yang terlindas. Mobil jadi zig zag tak karuan. Seketika wajah jadi pucat pasi, jantungpun berdetak kencang. Ketakutan akan kematian spontan menghantui saya. Ngeri sekali ! akan kemanakah jiwaku jika aku mati ? Kristen sudah kutinggalkan dan belum menemukan agama yang benar. Untung Tuhan masih menyelamatkan. Saya berhasil mengendalikan mobil dan menepi. Berhenti di pinggir persawahan sangat luas, jauh dari mana-mana. Tiba-tiba kudengar suara Adzan magrib… Bergetar hati… inikah jawaban ? Saya harus segera memutuskan !
Ketika teman meminjami buku Akhlak Islam, Masya Allah saya begitu ta’jub.
Hal-hal yang nampaknya sepele pun oleh Islam diperhatikan, diatur dan ada petunjuknya didalam Al Qur’an maupun Hadist. Misal, sehabis hubungan suami istri wajib mandi besar, wanita haid tidak diperkenankan sholat , masuk masjid dan membaca Al Qur’an suci, istri pergi harus seijin dan diridhoi suaminya, yang jalan memberi salam yang duduk dsb. Tentulah hal-hal besar dan penting lebih diperhatikan lagi ! Islam betul-betul tuntunan dan pedoman hidup dari Tuhan. Sangat kontras dengan Kristen, dimana hal-hal besar dan wahyukan Allah alias rekayasa ajaran manusia semata.

Setelah bertahun-tahun saya mengalami pergulatan batin, melakukan perenungan serta memohon petunjuk kepada Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan, maka Februari 1999, Allah melapangkan dada saya untuk memeluk Islam, Agama Kebenaran, Agama Tauhid dari Allah, Agama yang dianut dan diajarkan oleh semua Nabi dan Rasul. Syariat Islam berkembang dari Rasul demi Rasul menuju syariat Rasul Muhammad saw yang telah tuntas, sempurna dan diridloi Allah.

Beberapa ujian setelah saya Islam antara lain :

1) Keluarga teman dan tetangga yang Kristen mengucilkan saya sementara orang-orang Islam masih mencurigai keislaman saya.

2) 14 Agustus 2001 Dokter memvonis umur saya tinggal 2 tahun karena sakit parah.

Saya sempat terperosok kedalam kesesatan. Sholat di masjid-masjid kuno, akrab dengan kuburan-kuburan keramat/wali minta berkah, makan roti dirajah tulisan arab, amalan ini itu, pakai ini itu agar terkabul hajat. Semua saya lakukan atas petunjuk Kyai, yang katanya kebal senjata, dapat memukul lawan dari jarak jauh. Terkuaklah dusta Kyai. Ketika saya menghadapi masalah dikepung orang orang yang akan mencelakai saya. Sang kyai tidak mampu berbuat apa-apa selain komat-kamit didalam rumah tidak berani keluar. Ketika mengalami kecelakaan, sang Kyai cidera berat dan anaknya meninggal. Dimana keampuhannya ? Dzikir tahlil wiridan semalam suntuk lebih diutamakan daripada kewajiban sholat subuh tepat waktu berjamaah di masjid. Jadwal sholat subuhpun bergeser jam 10 pagi karena bangunnya selalu siang.

3) Usaha bangkrut ditipu Kyai yg berlagak membimbing saya. Mungkin Allah menegur saya karena mengabaikanNya, lebih taat dan bergantung pada Kyai.

4) Suami saya kedua, satu-satunya manajer yang kokoh beragama Islam di suatu perusahaan otomotive besar, diperlakukan sangat diskriminatif dan tidak menyenangkan oleh pimpinannya yang baru saja diangkat sebagai pendeta. Oleh teman-temannya yang aktifis gereja, dikondisikan agar tidak kerasan dan akhirnya memilih mengundurkan diri.

5) 18 Agustus 2003 ketika keislaman saya mulai bersemi suami saya kedua yang mengenalkan Islam dan membimbing saya, tanpa sakit dipanggil Allah SWT. Padahal ketika itu justru sayalah yang sedang sakit keras dan pedihnya lagi uang didompetpun tinggal Rp. 10.000,-

6) Seminggu kematian suami, Ibu datang dari Lombok menekan saya untuk kembali Kristen. Ketika saya nekad Islam maka semua biaya hidup saya sejak kecil hingga dewasa harus saya kembalikan. Untung saya punya Allah tempat bergantung dan Maha Kaya. Dibantu Ustad dan beberapa rekan saya mampu mengembalikan apa yang diminta Ibu.

7) Karena menjanda lagi dan sendiri, saya bermaksud mengambil anak saya yang dipelihara ibu saya di Lombok untuk saya didik dan menemani saya di Solo. Tetapi tidak diperkenankan Ibu kecuali kalau saya kembali Kristen. Padahal untuk mendapatkan anak yg semata wayang itu, ibaratnya, saya harus mempertaruhkan nyawa hampir keguguran sampai 3X. Sayapun susah payah mengandungnya.

8) Malam 27 Ramadhan Tahun 2004 anak saya dari Lombok menelpon memberikan pilihan : ‘Pilih Anak atau Agama’, kalau pilih anak harus kembali ke Kristen. Karena saya telah bersyahadat, berikrar setia kepada Allah, maka tegas tanpa ragu tidak perlu berpikir panjang saya pilih agama.

Allah lebih pantas dicintai, lebih pantas dinomor satukan, lebih kokoh dijadikan tempat bergantung daripada apapun juga termasuk anak dan seluruh keluarga. Sejak itu pula saya resmi di PHK seluruh keluarga. Oleh nenek saya dari pihak ibu, saya di PHK sebagai cucu, Pakde Bude memPHK saya jadi keponakannnya, Bapak-Ibu memPHK saya sebagai anak, adik-adik yang sejak kecil saya turut mengasuh, membiayai pendidikan dan pernikahan mereka, telah memPHK saya sebagai kakak.

Aktif Berdakwah

Kalaupun dalam mempertahankan Islam, kehilangan harta, anak dan keluarga masih belum cukup, masih pula harus kehilangan hidup dan nyawa saya satu-satunya, asal tidak kehilangan ridho dan rahmat_Mu Ya Allah, hamba siap ! Semoga Allah mengokohkan iman hamba.

Prihatin dengan maraknya pemurtadan dan kristenisasi, padahal saya telah paham dan meyakini betul benarnya Islam dan sesatnya Kristen, maka saat ini saya bergabung dengan Forum Arimatea Solo menyampaikan mana agama yang Haq mana agama yang Batil. Turut berdakwah membentengi umat dari bahaya pemurtadan & kristenisasi.

Saya pun jadi biasa menerima ancaman. Pernah dilaporkan di kelurahan dianggap membuat keresahan, akan dilaporkan polisi, akan dibunuh, akan digantung maupun akan dirobek-robek muka saya.
Tetapi saya tidak gentar dan Insya Allah tidak akan mundur sejengkalpun. Karena Allah yang Maha Kuasa dan Maha menepati janji menjanjikan lewat Qur’an surat Muhammad ayat 7 :

“BARANGSIAPA MENOLONG AGAMA ALLAH MAKA ALLAH AKAN MENOLONGNYA DAN MENGUKUHKAN KEDUDUKANNYA.” Dan siapapun tak akan mampu mendatangkan kemudharatan jika Allah tidak menghendaki itu terjadi.

Gelombang ujian yang bertubi-tubi janganlah menyurutkan iman. Allah tidaklah zalim membuat hambaNya menderita. Allah mencintai hambaNya, menatar dan menggembleng hambaNya agar layak menempati kedudukan yang lebih mulia disisiNya. Sungguh mengagumkan orang mukmin itu, diuji penderitaan ia bersabar. Itu baik baginya. Diuji nikmat ia bersyukur dan itupun baik baginya.

Inilah sekelumit kisah kegalauan saya terhadap Kristen yg saya anut selama 30an tahun dan perjuangan saya dalam mempertahankan hidayah Dienul Islam. Agama mulia yang mengajarkan amar makruf nahi munkar dan beriman kepada Allah. Satu-satunya jalan lurus menuju rahmat Allah, keselamatan, kebahagiaan dan kenikmatan hakiki dan abadi … Surga Allah !

 [dbs/duniamualaf/ali/voa-islam.com]



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Continue Reading...

Ceramah Mualaf Mantan Biarawati Menampar Komika dan Semua Pihak yang Melecehkan Islam

Tidak ada komentar:








  Yes  Muslim  - Dra. Dewi Purnamawati, mantan biarawati itu kini menjadi seorang mualaf yang menemukan kebenaran Islam, bangga dengan Islam, memegang erat Islam, mengamalkan syariat Islam dan mendakwahkan Islam.

Dalam ceramahnya, Dewi Purnamawati mengingatkan jangan sampai orang Islam malah ikut-ikutan menghina agamanya sendiri.

"Jadi jangan sampai ya orang Islam, Islam dihina, kemudian ikut-ikut menghina Islam," kata Dewi Purnamawati.

"Maka saya heran, kalau ada orang Islam membela orang kafir, saya heran sekali..."

"Apa gak takut pengadilan Allah? Apalagi orang menghina Al-Quran dibela. Ngakunya Islam lagi," ujar Dewi Purnamawati.


Dengarin tuh Pelawak Songong Penghina Agama dan Penghina sang Pencipta.. yang memperolok-olok Islam.

Camkan tuh orang-orang Islam yang malah ikut-ikutan tertawa saat agamanya dihina didepannya..[www.tribunislam.com





Dra. Dewi Purnamawati Mantan Misionaris Kristen Masuk Islam




Dra. Dewi Purnamawati mantan misionaris kristen, Mengatakan Kalau yesus memang Tuhan kenapa Para Nabi sebelumnya : Adam, Nuh, Iskak dan lainnya Tidak menyembah Yesus.................

PERKENALKAN :  saya Dra. Dewi Purnamawati, lahir di Solo tahun 1962. Tahun 1971 saya ikut ayah yang anggota AURI pindah tugas ke Pulau Lombok.






Sekolah di Lombok NTB, di SD Katolik St. Antonius AmpenanSMP Katolik Kesuma Cakranegara dan di STM Negeri Mataram, lulus tahun 1981. Kuliah di IKIP Yogya lulus Tahun 1985. Tahun 1986 saya kembali ke Solo dan mengajar listrik disalah satu STM.

Pengaruh kekristenan Ibu yang Aktifis Gereja, sangat kuat. Tahun 1971 Ayah yang Islam, dikristenkan ibu bahkan berhasil dibina menjadi aktifis penginjilan (misi menyebarkan ajaran Kristen) yang militan dan handal. Ayah punya talenta mampu berinteraksi dan mengusir roh kegelapan. Padahal kemampuan metafisik / paranormal yang umumnya dianggap anugrah Tuhan itu, sebenarnya dari Setan.

Saya dan 2 adik saya dididik dengan taat dalam kehidupan Kristen yang fanatik. Sejak kecil sudah dicekoki doktrin-doktrin KristenMerendahkan dan apriori terhadap Islam. Harus mampu mencitrakan bahwa Kristen adalah KASIH. Digembleng menjadi militan untuk mampu memasuki dan mempengaruhi kehidupan masyarakat Pulau Lombok yang mayoritas beragama Islam. Kami semua aktifis gereja, aktif memurtadkan muslimin.

Contoh keberhasilan didikan ibu adalah adik saya laki-laki. Sejak kira-kira Tahun 1997 ia menjadi Pendeta di daerah Cimahi setelah menamatkan S2 nya di Institut Agama Kristen TIRANUS Cimahi Bandung. Penduduk desa diajari mengelola tanaman hidrophonik sampai memasarkannya. Melalui rehabilitasi kecanduan narkoba, remaja-remaja muslim diterapi kecanduannya. Lewat Biro Konsultasi, orang-orang bermasalah dicarikan solusi. Tetapi semua tadi hanya kedok dan sarana untuk memurtadkan muslim, menerima Yesus sebagai tuhan.

Adik saya perempuan, aktifis penginjilan di Madura. Kadang kalau malam minggu dia mengamati kiai yang menyeberang ke Surabaya. Ada yang pakaian kiainya ditanggalkan, ganti pakai celana jeans dan T. Shirt. Lalu asyik dalam dunia hiburan. Ini celah memurtadkan kiai ! Apalagi kalau jembatan Suramadu sudah jadi.

Saya sendiri sejak kecil sudah mampu memurtadkan teman-teman Islam saya. Mereka saya ajak Sekolah Minggu. Iming-imingnya roti, sepatu, tas, buku dsb. Akhirnya mereka dibaptis bersama-sama dengan saya. Herannya para orang tua mereka tidak risau sama sekali, menganggap tidak ada masalah. Mereka tidak paham kalau anak-anaknya tergiring ke neraka.

Menikah tahun 1986 dengan aktifis HMI sekaligus pengurus pengajian yang berhasil saya kristenkan. Kami punya anak tahun 1987.

Meskipun Kristen mengajarkan “Apa yang telah dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia.” tetapi Pendeta mengijinkan kami bercerai pada tahun 1992. Pendeta tidak punya solusi mengatasi keruwetan rumah tangga kami. Sejak itu banyak kasus gugatan perceraian keluarga kristen akhirnya diijinkan oleh pendeta. Daripada memaksakan utuhnya rumah tangga tetapi suasananya seperti dalam neraka.

Sejak itu anak saya diasuh orangtua saya di Lombok. Ia dididik menjadi seorang kristen yang militant dan misionaris. Memanfaatkan talenta dan pesonanya dia berhasil memurtadkan beberapa teman Islamnya.

Lewat bermusik, ia tak segan menyanyikan lagu-lagu religi Islami tetapi saat natal, gantian teman-teman muslimnya ia ajak ikut main musik di gereja sambil mempromosikan kehidupan gereja yang lebih enjoy sesuai nafsu dan selera anak muda. Pelan tapi pasti merekapun murtad masuk Kristen.

Kuliahnya di Universitas Kristen di Jogya jurusan Pastoral Konseling, kalau lulus jadi Pendeta ! Juli 2007 saat kami dakwah ke Lombok, anak saya baru saja membagi-bagikan jilbab milik pacar-pacar muslimahnya yang berhasil ia kristenkan.

Sebenarnya sejak kecil saya sudah meragukan ajaran Kristen. Saya sering berpikir, kenapa banyak sekali kejanggalan, hal tak nalar dan kisah-kisah amoral (BACA : SEX IN THE BIBLE). Setiap kali bertanya guru agama, frater, pendeta, pastur bahkan pakar theologia-pun jawabnya Ya & Amin, tidak boleh tanya. Atau muter-muter mengalihkan perhatian. Dihukum guru & orang tua karena nekad bertanya adalah biasa ! Geli juga kalau ditengking (seperti diruqyah) pendeta karena dianggap kemasukan roh kegelapan.

Namun meski ragu, saya tetap mencoba setia dengan kekristenan saya. Tetap melakukan kegiatan gereja walau kegalauan kian membengkak menyiksa nurani. Pindah ke Islam ? wow…sorry ! Secuilpun tak ada minat. Sama sekali !… kalau benci.., memandang rendah… Ya ! Kamipun sering melecehkan Islam.

Opini & persepsi negatif tentang Islam terlanjur mencengkeram erat di dalam benak kami. Bahwa Islam itu agamanya orang bodoh, melarat, pemalas, biang kerok segala kerusuhan dan kekerasan. Kebetulan kondisi umat Islam yang kami lihat di Lombok mendukung image negatif tersebut.

Namun yang namanya hidayah Allah, tidak seorangpun mampu menolaknya. “Jika Buku Pedoman sudah benar, baik dan sempurna maka tidak perlu direvisi”. Jika memang Bible/Alkitab/Injil sudah tuntas sempurna, kenapa Tuhan masih perlu menurunkan Al Qur’an ? Fakta itu mengusik logika saya. Menggoyahkan iman kristen saya.

Benarkah Bible/Alkitab itu kitab suci ? wahyu Tuhan ?
Kenapa nabi Nuh dikisahkan mabuk anggur lalu telanjang ?
Nabi Luth diminumi anggur lalu ditiduri 2 putrinya bergantian dua malam berturut-turut ?
Kenapa mengumbar kisah super porno super cabul sangat vulgar ? Persundalan, zina kakak dengan adik, ibu dengan anak,bapak dengan putrinya, mertua dengan menantunya, lesbian (sex sesama perempuan), onani pun ada.
Iman atau syahwat kita kah yang menggelegak setelah membaca petualangan sex super dahsyat dari kakak beradik Ohola Oholiba di kitab suci Yehezkiel ?

Alkitab melarang minum anggur dan mabuk, kenapa Yesus justru mengubah 6 drum air jadi minuman anggur untuk dihidangkan di pesta nikah ?

Kenapa minuman haram ini dijadikan lambang darah Yesus yang kudus dalam perjamuan kudus di gereja ? Pernah ketika perjamuan kudus satu piala anggur yg mestinya diminum bergiliran, dihabiskan seorang diri dan langsung mabuk. Berarti darah Yesus memabukkan ya ?

Kenapa Allah kalah bergelut dengan manusia ?
Kenapa Tuhan menyesal dan keliru membuat kebijakan ?
Kenapa Allah dimuliakan dengan dusta ?
Kenapa laba dan upah sundal kudus bagi Tuhan ?
Kenapa Tuhan berhenti bekerja & perlu istirahat ? Apakah Tuhan kelelahan ?
Kenapa manusia bisa melahirkan Tuhan ?
Di saat Yesus ada di dunia, Allah ada di Surga. Ada Yesus duduk disebelah kanan Allah. Jelas kan Yesus dan Allah itu 2 oknum berlainan & terpisah ?
Kenapa dipaksakan bahwa Yesus itu Allah ? Yesus makan minum & tentunya buang hajat yang pasti najis ? Layakkah kalau Tuhan Maha Suci mengandung najis ?

Yesus mengaku diutus, Allahlah yang mengutus.
Yesus mengakui tidak dapat berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, sedangkan Allah Maha Kuasa. Yesus hanya melaksanakan kehendak Bapa, tetapi Allah Maha Berkehendak.
Yesus pun berdoa dan Allahlah Yang Mengabulkan Doa.
Yesus menolak dikatakan baik, Allahlah Yang Maha Baik.
Yesus menyerahkan nyawa kepada Allah. Bukankan level / derajat Yesus jauh dibawah Allah?

Kenapa Yesus disamakan dengan Allah ? Mungkinkah Utusan = Pengutus ? Lemah = Maha_Kuasa ? Pelaksana = Pengaturnya ? Pemohon = Pemberi ? Menyerahkan = Menerima ?

Kalau Yesus memang Tuhan kenapa Nabi-nabi & orang saleh Adam, Nuh, Ibrahim, Ishak, Ismail, Daud, Salomo, Musa, Zakaria, Maria, tidak ada ceritanya menyembah Yesus ?

Kalau Yesus = Tuhan = Allah dan Yesus mati disalib lalu dimana sifat Maha Hidup, Kekal, Tidak Berawal Tidak Berakhir dan Maha Kuasa-Nya ? Siapa yang kuasa mematikan Tuhan ?
Lalu saat Tuhan mati yang mengatur alam semesta ini siapa ? Yang menjawab doa siapa ? Yang menggantikan / mengambil peran Tuhan siapa ? Ataukan ada Tuhan lain yang mengendalikan alam semesta seisinya ?

Kenapa Tuhan punya silsilah bahkan ada 2 versi yang sangat berbeda (versi Matius dan Lukas) ? Berarti Tuhan punya bapak, kakek, buyut, nenek moyang ? Kenapa dalam daftar silsilah Tuhan Yesus ada Yehuda yang bersundal dengan Tamar menantunya ? Lalu menurunkan Daud yang mengintip dan menzinahi Betsyeba istri Uria prajuritnya bahkan merancang terbunuhnya Uria ? Daud dan Betsyeba menurunkan Salomo yang beristri 700 bergundik 300. Salomo lebih mencintai istri-istrinya daripada Tuhan. Salomo juga menyembah berhala. Apakah Logis Tuhan Maha Suci, Maha Mulia adalah keturunan orang-orang pezina, amoral dan musyrik ? Ajaibnya lagi, tuhan Yesus itu keturunan Salomo sekaligus keturunan Natan kakak kandung Salomo. Nalar nggak ? Apakah iman itu harus memperkosa akal ? (BACA : SEX IN THE BIBLE)

TAUHID adalah menyembah hanya kepada Allah Yang Esa. Yesus dan para Nabi mengajarkan Tauhid. Ayat-ayat Tauhid bertebaran didalam Alkitab, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru. Tetapi Paulus mengajarkan penuhanan Yesus, menyembah Trinitas. Yesus mempertahankan Taurat tetapi Paulus mencampakkan Taurat. Kenapa lebih mengikuti Paulus daripada Yesus yang mereka pertuhankan ? Berarti lebih tuhan Paulus daripada Yesus ?

Seabreg kenapa, seabreg kemusykilan, seabreg kontradiksi, seabreg amoralitas didalam Bible semakin membuatku bimbang. Saya jadi malas dan enggan ke gereja, enggan membuka Bible apalagi sudah direvisi Al Qur’an.

Malam natal 24 Desember 1998, saya memaksakan diri mencoba untuk kembali mengikuti kebaktian, bukan kedamaian yang saya peroleh tapi galau itu semakin memuncak. Sejuta tanya tetap tak terjawab menggelorakan pemberontakan dalam hati. AGAMA, TUHAN, KITAB SUCI adalah masalah KEBENARAN BUKAN PEMBENARAN, maka harus tepat memilihnya karena berujung surga atau neraka !

Di saat Alkitab dan Gereja tidak mampu menjawab segala tanya sehingga semakin jauh dari hati, peristiwa mengerikan nyaris merenggut nyawa saya. Melaju kencang menuju Madiun, ban mobil saya tiba-tiba kempes tertancap potongan plat besi yang terlindas. Mobil jadi zig zag tak karuan. Seketika wajah jadi pucat pasi, jantungpun berdetak kencang. Ketakutan akan kematian spontan menghantui saya. Ngeri sekali ! akan kemanakah jiwaku jika aku mati ? Kristen sudah kutinggalkan dan belum menemukan agama yang benar. Untung Tuhan masih menyelamatkan. Saya berhasil mengendalikan mobil dan menepi. Berhenti di pinggir persawahan sangat luas, jauh dari mana-mana. Tiba-tiba kudengar suara Adzan magrib… Bergetar hati… inikah jawaban ? Saya harus segera memutuskan !

Ketika teman meminjami buku Akhlak Islam , Masya Allah saya begitu ta’jub. Hal-hal yang nampaknya sepele pun oleh Islam diperhatikan, diatur dan ada petunjuknya didalam Al Qur’an maupun Hadist. Misal, sehabis hubungan suami istri wajib mandi besar, wanita haid tidak diperkenankan sholat , masuk masjid dan membaca Al Qur’an suci, istri pergi harus seijin dan diridhoi suaminya, yang jalan memberi salam yang duduk dsb. Tentulah hal-hal besar dan penting lebih diperhatikan lagi ! Islam betul-betul tuntunan dan pedoman hidup dari Tuhan. Sangat kontras dengan Kristen, dimana hal-hal besar dan wahyukan Allah alias rekayasa ajaran manusia semata.

Setelah bertahun-tahun saya mengalami pergulatan batin, melakukan perenungan serta memohon petunjuk kepada Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan, maka Februari 1999, Allah melapangkan dada saya untuk memeluk Islam, Agama Kebenaran, Agama Tauhid dari Allah, Agama yang dianut dan diajarkan oleh semua Nabi dan Rasul. Syariat Islam berkembang dari Rasul demi Rasul menuju syariat Rasul Muhammad saw yang telah tuntas, sempurna dan diridloi Allah.

Beberapa ujian setelah saya Islam antara lain :

Keluarga teman dan tetangga yang Kristen mengucilkan saya sementara orang-orang Islam masih mencurigai keislaman saya.

14 Agustus 2001 Dokter memvonis umur saya tinggal 2 tahun karena sakit parah.
Saya sempat terperosok kedalam kesesatan. Sholat di masjid-masjid kuno, akrab dengan kuburan-kuburan keramat/wali minta berkah, makan roti dirajah tulisan arab, amalan ini itu, pakai ini itu agar terkabul hajat. Semua saya lakukan atas petunjuk Kyai, yang katanya kebal senjata, dapat memukul lawan dari jarak jauh. Terkuaklah dusta Kyai. Ketika saya menghadapi masalah dikepung orang orang yang akan mencelakai saya. Sang kyai tidak mampu berbuat apa-apa selain komat-kamit didalam rumah tidak berani keluar. Ketika mengalami kecelakaan, sang Kyai cidera berat dan anaknya meninggal. Dimana keampuhannya ? Dzikir tahlil wiridan semalam suntuk lebih diutamakan daripada kewajiban sholat subuh tepat waktu berjamaah di masjid. Jadwal sholat subuhpun bergeser jam 10 pagi karena bangunnya selalu siang.

Usaha bangkrut ditipu Kyai yg berlagak membimbing saya. Mungkin Allah menegur saya karena mengabaikanNya, lebih taat dan bergantung pada Kyai.

Suami saya kedua, satu-satunya manajer yang kokoh beragama Islam di suatu perusahaan otomotive besar, diperlakukan sangat diskriminatif dan tidak menyenangkan oleh pimpinannya yang baru saja diangkat sebagai pendeta. Oleh teman-temannya yang aktifis gereja, dikondisikan agar tidak kerasan dan akhirnya memilih mengundurkan diri.

18 Agustus 2003 ketika keislaman saya mulai bersemi suami saya kedua yang mengenalkan Islam dan membimbing saya, tanpa sakit dipanggil Allah SWT. Padahal ketika itu justru sayalah yang sedang sakit keras dan pedihnya lagi uang didompetpun tinggal Rp. 10.000,-

Seminggu kematian suami, Ibu datang dari Lombok menekan saya untuk kembali Kristen. Ketika saya nekad Islam maka semua biaya hidup saya sejak kecil hingga dewasa harus saya kembalikan. Untung saya punya Allah tempat bergantung dan Maha Kaya. Dibantu Ustad dan beberapa rekan saya mampu mengembalikan apa yang diminta Ibu.

Karena menjanda lagi dan sendiri, saya bermaksud mengambil anak saya yang dipelihara ibu saya di Lombok untuk saya didik dan menemani saya di Solo. Tetapi tidak diperkenankan Ibu kecuali kalau saya kembali Kristen. Padahal untuk mendapatkan anak yg semata wayang itu, ibaratnya, saya harus mempertaruhkan nyawa hampir keguguran sampai 3X. Sayapun susah payah mengandungnya.

Malam 27 Ramadhan Tahun 2004 anak saya dari Lombok menelpon memberikan pilihan : ‘Pilih Anak atau Agama’, kalau pilih anak harus kembali ke Kristen. Karena saya telah bersyahadat, berikrar setia kepada Allah, maka tegas tanpa ragu tidak perlu berpikir panjang saya pilih agama.

Allah lebih pantas dicintai, lebih pantas dinomor satukan, lebih kokoh dijadikan tempat bergantung daripada apapun juga termasuk anak dan seluruh keluarga. Sejak itu pula saya resmi di PHK seluruh keluarga. Oleh nenek saya dari pihak ibu, saya di PHK sebagai cucu, Pakde Bude memPHK saya jadi keponakannnya, Bapak-Ibu memPHK saya sebagai anak, adik-adik yang sejak kecil saya turut mengasuh, membiayai pendidikan dan pernikahan mereka, telah memPHK saya sebagai kakak.

Kalaupun dalam mempertahankan Islam, kehilangan harta, anak dan keluarga masih belum cukup, masih pula harus kehilangan hidup dan nyawa saya satu-satunya, asal tidak kehilangan ridho dan rahmat_Mu Ya Allah, hamba siap ! Semoga Allah mengokohkan iman hamba.

Prihatin dengan maraknya pemurtadan dan kristenisasi, padahal saya telah paham dan meyakini betul benarnya Islam dan sesatnya Kristen, maka saat ini saya bergabung dengan Forum Arimatea Solo menyampaikan mana agama yang Haq mana agama yang Batil. Turut berdakwah membentengi umat dari bahaya pemurtadan & kristenisasi.

Sayapun jadi biasa menerima ancaman. Pernah dilaporkan di kelurahan dianggap membuat keresahan, akan dilaporkan polisi, akan dibunuh, akan digantung maupun akan dirobek-robek muka saya.

Tetapi saya tidak gentar dan Insya Allah tidak akan mundur sejengkalpun. Karena Allah yang Maha Kuasa dan Maha menepati janji menjanjikan lewat Qur’an surat Muhammad ayat 7 : “BARANGSIAPA MENOLONG AGAMA ALLAH MAKA ALLAH AKAN MENOLONGNYA DAN MENGUKUHKAN KEDUDUKANNYA.” Dan siapapun tak akan mampu mendatangkan kemudharatan jika Allah tidak menghendaki itu terjadi.

Gelombang ujian yang bertubi-tubi janganlah menyurutkan iman. Allah tidaklah zalim membuat hambaNya menderita. Allah mencintai hambaNya, menatar dan menggembleng hambaNya agar layak menempati kedudukan yang lebih mulia disisiNya. Sungguh mengagumkan orang mukmin itu, diuji penderitaan ia bersabar. Itu baik baginya. Diuji nikmat ia bersyukur dan itupun baik baginya.

Inilah sekelumit kisah kegalauan saya terhadap Kristen yg saya anut selama 30an tahun dan perjuangan saya dalam mempertahankan hidayah Dienul Islam. Agama mulia yang mengajarkan amar makruf nahi munkar dan beriman kepada Allah. Satu-satunya jalan lurus menuju rahmat Allah, keselamatan, kebahagiaan dan kenikmatan hakiki dan abadi … Surga Allah !(dm).






http://www.republika.co.id/berita/koran/islam-digest-koran/15/12/20/nznzwj1-dewi-purnamawati-terkucil-dari-keluarga-demi-iman


Dewi Purnamawati Terkucil dari Keluarga demi Iman



Kegalauan spiritualitasnya tak terjawab oleh Bibel.

Perempuan itu kini aktif mengisi pengajian di mana-mana. Selayang pandang, orang mungkin tidak menyangka, dia mantan aktivis gereja yang pernah begitu membenci Islam. 

Perempuan bernama lengkap Dewi Purnamawati itu tumbuh besar di lingkungan Katolik. Kekristenan sang ibu sangat kuat. 

Sang ibu adalah aktivis gereja yang berhasil memurtadkan tokoh agama Islam di kampungnya di Lombok. Sejak kecil, Dewi dan adik-adiknya dididik menjadi Kristen fanatik. 

Dewi juga menapaki jalan serupa sebelum berislam. Perempuan kelahiran Solo pada 1962 ini, sewaktu kecil sering mengajak teman- temannya ikut sekolah Minggu. "Pada 1970-an, mereka dibaptis bersama saya. Herannya, orang tua mereka tidak risau sama sekali," kata dia. 

Misi tersebut dia jalani hingga remaja. Sang ibu bahkan mendorong agar dia berpacaran dengan Muslim. Dewi pun menjalin hubungan dengan seorang aktivis gerakan mahasiswa Islam. Selama masa pacaran itu, Dewi tak menampakkan misinya, justru menonjolkan toleransi dan kepedulian. 

\"Jadi, kita bisa banyak membantunya dan membuatnya banyak bergantung pada kita,\" kata perempuan yang baru saja meraih gelar master di Universitas Muhammadiyah Surakarta ini (UMS) ini. Pelan-pelan, aktivis itu mulai merasa goyah dan rela dibaptis tanpa perlawanan. Pada 1985, mereka menikah dan dikaruniai seorang anak laki-laki. 

Perkawinan itu tidak berumur panjang. Pada 1992, ia bercerai. Anaknya diasuh oleh orang tuanya di Lombok dan dididik menjadi Kristen militan. Pada masa-masa ini, kegelisahan Dewi mulai mencuat. \"Mengapa ada yang beragama Islam, Katolik, dan Kristen. Sesungguhnya, beragama Islam, Katolik, dan Kristen itu siapa yang memerintahkan?\" Pertanyaan demi pertanyaan mulai menghampiri.

Di dalam Bibel, dia tidak menemukan perintah beragama Katolik atau Kristen.
Lebih lanjut, kata dia, ternyata Yesus tidak kenal Kristen atau Katolik. Istilah Kristen baru muncul pada masa Paulus, puluhan tahun sesudah Yesus wafat. 

Dulu, setiap kali Dewi bertanya kepada frater, pendeta, atau pastur, jawaban mereka pasti berputar-putar. Mereka mengatakan hal seperti itu tidak boleh dipertanyakan, cukup diimani.

Dewi mengaku sudah biasa dihukum karena bertanya. Dia juga pernah di-tengking pendeta (semacam di-ruqyah) karena dianggap kemasukan roh jahat. Setiap kali di-tengking, ia akan berpura-pura ndleming supaya pendeta mengira dia sudah kemasukan Roh Kudus. 

Meski menyimpan keraguan, perempuan asal Solo itu tetap setia dengan kekristenan karena kuatnya didikan sang ibu. Waktu itu, Dewi masih memandang rendah Islam. 

Opini buruk telanjur mencengkeram benaknya. Islam agama orang bodoh, pemalas, melarat, agama pedang, dan biang kerok segala kerusuhan. Kebetulan, gambaran umat Islam yang dia lihat di Lombok mendukung kesan negatif itu. 

Segudang pertanyaan Namun, hidayah Allah tak seorang pun mampu menolak. \"Jika memang Bibel sudah tuntas sempurna, mengapa Tuhan masih menurunkan Alquran? Fakta itu mengusik logika saya. Menggoyahkan iman Kristen saya,\" tutur Dewi. 

Ia lantas bertanya-tanya, benarkan Bibel kitab suci, bila di dalamnya termuat adegan vulgar dan tidak senonoh, seperti perzinaan?
Bibel melarang minum anggur, tapi mengapa minuman itu dijadikan lambang darah Yesus dalam perjamuan kudus di gereja?
Masalah ketuhanan Yesus turut mengusiknya. 

Tuhan yang mati, Tuhan yang menjelma manusia, Tuhan yang dilahirkan, semua itu tidak dapat dinalar. Seabreg tanya, kemusykilan, kontradiksi, dan amoralitas di dalam Bibel membuat dia semakin bimbang. Dia jadi enggan ke gereja. Kalau toh memaksakan diri ke gereja, dia merasa tidak mendapatkan ketenteraman.

Saat ia tengah berada dalam krisis spiritualitas, sebuah peristiwa mengerikan nyaris merenggut nyawanya. Awal 1999, saat Dewi tengah melaju kencang dengan mobil menuju Madiun, ban mobilnya tiba-tiba bocor terkena potongan pelat besi. Sontak, mobil berjalan zig-zag tak keruan. Dia pucat pasi. 

Ketakutan akan kematian spontan menghantui.
Untungnya, dia belum ditakdirkan meninggal saat itu. Tuhan masih menyelamatkan. Dewi berhasil mengendalikan mobil dan menepi. Dia berhenti di pinggir persawahan yang sangat luas, jauh dari permukiman. Saat itulah, tiba-tiba terdengar kumandang azan Maghrib. Hatinya bergetar. Ia merasa harus segera memutuskan.

Setelah bertahun-tahun dalam pergulatan batin dan memohon petunjuk Tuhan, pada Februari 1999, Allah melapangkan dadanya untuk memeluk Islam. \"Islam adalah satu- satunya agama yang jelas-jelas Allah menyuruh manusia untuk menganutnya,\" ungkap Dewi, seraya merujuk surah al-Baqarah ayat ke-208.

Ujian demi ujian Pada awal masuk Islam, Dewi menghadapi berbagai ujian. Keluarga, teman, dan tetangganya yang beragama Kristen mengucilkan dia, sementara orang-orang Islam masih mencurigai keislamannya. Dia pun pernah ditipu seorang kiai yang berlagak membimbing. Akibatnya, usahanya mengalami kebangkrutan. Ujian demi ujian dia jadikan bahan introspeksi.

Tak lama setelah berislam, Dewi menikah dengan seorang Muslim taat. Suaminya seorang manajer di sebuah perusahaan otomotif besar. Lelaki itu teguh memegang keislaman. 

Dia memilih keluar dari perusahaan ketika mengalami tekanan dan diskriminasi dari atasan non-Muslim.
Akan tetapi, nasib berkehendak lain. Pada 18 Agustus 2003, ketika keislaman Dewi mulai bersemi, sang suami yang mengenalkan dan membimbingnya berislam, tanpa sakit dipanggil ke hadapan Allah.

Sepekan setelah kematian suaminya, sang ibu datang dari Lombok. Ibunya mendesak Dewi kembali pada kekristenan. Menghadapi desakan itu, Dewi tetap teguh. Ia tidak ingin melepas kebenaran yang telah dia pegang.

Akibatnya, semua biaya hidup Dewi sejak kecil hingga dewasa dihitung utang dan diberi tempo satu pekan untuk mengembalikan. Bila tidak mampu, dia harus kembali memeluk Kristen. Alhamdulillah. Dibantu ustaz dan beberapa rekan, dia mampu mengembalikan uang tersebut.

Yang paling pedih, dia tidak diaku ibu oleh anak kandungnya sendiri. Anak semata wayangnya tidak bersedia tinggal bersama dia, kecuali Dewi kembali ke Kristen. Ramadhan 2004, sang anak menelepon dari Lombok dan memberi pilihan: anak atau agama. 

Dewi tetap memilih Islam, anaknya tidak mau lagi mengakui dia sebagai ibu. \"Anak saya satu-satunya pun telah tidak lagi mengakui saya sebagai ibunya. Dia bilang ibunya sudah mati,\"
kisah Dewi. Sejak itu, dia resmi mendapatkan pemutusan hubungan dari keluarga besar. 


Perempuan itu pun telah dipertemukan lagi dengan lelaki Muslim yang bisa menjadi imam dan teman seperjuangan. Meski menghadapi ancaman dan cobaan berulang, dia percaya, gelombang ujian bertubi-tubi tidak untuk menyurutkan iman. \"Allah mencintai hamba- Nya, menatar dan menggembleng hamba-Nya agar layak menempati kedudukan yang lebih mulia di sisi-Nya.\"
(c38, ed: nashih nashrullah)




Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News

republished by Yes Muslim -  Portal Muslim Terupdate ! 



Continue Reading...